Manfaat Bawang Putih
16 feb 2008
Bawang putih memang tak sekadar penambah aroma dan rasa masakan untuk
membangkitkan selera. Keberadaannya dimanfaatkan sebagai panasea berbagai
penyakit. Itu sudah diketahui sejak berabad-abad silam. Sebuah papyrus di Mesir
bertarikh 1500 SM ditemukan berisi 22 khasiat Allium sativum untuk mengobati
penyakit. Tak heran Raja Tutankhamun dari Mesir memanfaatkannya untuk stamina
dan mencegah penyakit.
Di Romawi dan Yunani umbi bawang digunakan sebagai obat lepra dan asma.
Sedangkan orang Lebanon memanfaatkannya untuk diet. Pada 1858, Louis Pasteur
ahli mikrobiologi menggunakan kerabat bunga lili itu sebagai desinfektan
pembersih luka terbuka serta mencegah gangrene.
Antikolesterol
Khasiat bawang putih dibuktikan secara ilmiah oleh Divisi Kardiologi,
California University dan Western Medical Center, Amerika Serikat. Mereka
menguji 40 pasien hiperkolesterol berusia 40 -75 tahun. Empat minggu sebelumnya
seluruh pasien diberikan plasebo, tablet berisi serat biasa sebagai pembanding.
Setelah itu mereka diberi asupan ekstrak bawang putih selama 4 minggu dengan
dosis suplemen yang biasa dikonsumsi pasien.
Hasil penelitian menunjukkan herbal berbahan bawang putih menurunkan 11%
kolesterol, 10% LDL, 34% trigliserida, dan tanpa efek apa pun terhadap nilai
HDL. Sedangkan plasebo hanya berefek menurunkan LDL dan trigliserida pada 10
pasien. Khasiat itu juga dibuktikan oleh Siti Aisyah yang mengidap kolesterol
tinggi.
Sewindu lamanya Siti mesti bolak-balik ke rumahsakit. Kolesterol perempuan asal
Tegal, Jawa Tengah, itu amat tinggi, mencapai 284 mg/dl. Padahal, ambang batas
kolesterol hanya 200 mg/dl. Kolesterol itulah penyebab stroke berkali-kali.
Obat-obatan yang diresepkan tak kunjung menyelesaikan masalah. Sebaliknya ia
malah cepat lelah, sering nyeri ulu hati, dan kram. Itu sebabnya ia beralih ke
suplemen berbahan bawang putih. Sebulan berselang, kolesterolnya turun 45
angka. Sedangkan Low Density Lipoprotein (LDL)turun 65 angka dari 183 mg/dl,
dan trigliserida turun 106 angka dari 195 mg/dl.
Bawang putih memiliki zat antipenggumpal darah, sehingga ia berkhasiat
antikolesterol, kata dr Danny Kasim, ahli nutrisi di Jakarta. Hal itu sejalan
dengan penelitian Dr Yongxiang Zhang dari University of Tokyo, Jepang. Hasil
penelitiannya, bawang putih membantu menurunkan kadar kolesterol karena
memiliki ajoene, zat antikolesterol untuk mencegah penggumpalan darah.
Dr Yu-Yan Yeh, ahli nutrisi Penn State University , Kalifornia menyebutkan tiga
grup sulfur pada senyawa bawang putih menghambat 40 -60%produksi kolesterol
hati tikus yaitu S-allyl cysteine, S-ethyl-cysteine dan S-propyl cysteine .
Penelitian itu dilanjutkan Yeh pada manusia. Hasilnya, 34 pasien
hiperkolesterol menunjukkan penurunan 7%kolesterol darah dan 12%LDL setelah
mengkonsumsi kapsul berbahan bawang putih selama 5 bulan.
Banyak khasiat
Bawang putih efektif sembuhkan darah tinggi, kata dr Setiawan Dalimartha,
dokter sekaligus herbalis di Jakarta. Konsumsi 2 siung bawang putih dipotong
halus setiap pagi dan sore selama 2 minggu dapat menurunkan tekanan darah
tinggi menjadi normal. Menurut alumnus Fakultas Kedokteran Universitas
Airlangga, Surabaya itu, manfaat diperoleh lantaran kandungan asam amino
alisin. Alisin bersifat antioksidan penyerap lemak.
Selain penyakit kolesterol tinggi dan hipertensi, peneliti pada University of
Texas dan Anderson Cancer Center , Houston, Amerika Serikat mengungkap bahwa
kandungan S-allyl cysteine dan diallyl sulfi de dapat menurunkan kerusakan usus
dan menghambat pembentukan tumor usus. S-allyl cysteine dan dialyl sulfi de
menghambat 36%kerusakan usus. Diallyl sulfi de diklaim sebagai salah satu
penghadang tumor terbaik.
Mereka juga mengungkap bawang putih merangsang poliferasi limfosit yang
meningkatkan 25%sel darah putih penanggung jawab sistem kekebalan. Menurut dr
Denny Kasim manfaat bawang putih optimal jika konsumsinya ditunjang dengan
menghindari beberapa faktor pemicu lain. Konsumsi lemak, pedas, kuning telur,
dan gula mesti dibatasi. Sedangkan sayuran dan buah segar diperbanyak. Tak
ketinggalan istirahat cukup dan olahraga teratur agar terhindar dari berbagai
penyakit. (Vina Fitriani).
>>>>> ps :
Tapi yang harus dicatat, jangat pernah makan bawah putih/merah ketika ingin
datang kemasjid atau sholat berjama'ah, karena Rasulullah memang melarangnya.
Diriwayatkan dari Jabir r.a ia berkata: Rasulullah sholallahu 'alaihi
wasallam melarang makan bawang merah dan bawang putih. Oleh karena terpaksa
memakannya lalu kami memakan. Kemudian Rasulullah bersabda: Barang siapa yang
makan dari pohon yang tidak sedap ini maka janganlah dia mendekati masjid kami
kerana para Malaikat juga akan mengirup bau busuk sebagaimana manusia.
HR Bukhori No. 807, Muslim No. 874.
[