SIRAMAN PIKIR AND JIWA... | |
Berusahalah untuk tidak menjadi manusia yang berhasil, tapi berusahalah untuk menjadi manusia yang berguna...(einsten) karena "sebaik-baik manusia itu adalah manusia yang banyak memberikan manfaat bagi orang lain" (Al-hadits) Engkau tidak akan bisa memberikan sesuatu kepada orang lain jika engkau sendiri tidak memiliki apa yang akan diberi (orang bijak) Maka berbuatlah sesuatu (apapun itu) agar engkau dapat memiliki sesuatu (sekecil apapun itu) yang dapat engkau berikan .... dan engkau tidak akan dapat melakukannya dan bahkan tidak akan mendapatkan apa2 jika kau tidak mengenal kata pengorbanan dan keikhlasan.... Salam ukhuwah dari zafirah : keep istiqomah aja yach...
 Disaat kau lena dia berjaga Kau bersenang-senang dia bekerja Untukmu tiada terbatas memberi tiada minta dibalas Ingin dibinanya untukmu kehidupan yang sempurna yang punya kekuatan jiwa yang punya kebanggaan Muncul dari rasa luhur menegur sebelum terlanjur itulah yang diwarisi pesan ibu terpahat dihati Kau ingat2lah segala pesan untuk kebaikan Marah bukan kebencian tapi tanda sayang Kini kau semakin dewasa berjiwa merdeka sedang dia semakin tua membilang usia Disaat kau berjaya dia tiada berdaya semoga kau tak lupa jasa ayah bunda Wahai anak, Walau bagaimana buruknya sifat kedua orang tuamu, itu bukan urusanmu. Urusanmu adalah menjaga mereka dengan penuh kasih sayang sebagaimana mereka menjagamu di waktu kecil hingga dewasa... Wahai anak, walau sebagaimana kejamnya perlakuan mereka padamu, itu bukan urusanmu. Urusanmu adalah memaafkan kesalahan dan kekhilafan mereka. Dan ingatlah segala kebaikan2 yang telah mereka perjuangkan untukmu. Karena bagaimanapun mereka itu orang tuamu, dan engkau adalah darah dagingnya... Wahai anak, walau sebanyak apapun dosa kedua orang tuamu, itu juga buka urusanmu. Urusanmu adalah memintakan ampun kepada Allah swt supaya dosa keduanya diampuni... Wahai anak, jika kau anak yang sholeh, maka doamu akan membantu keduanya mendapat tempat yang baik diakhirat nanti, inilah warisan yang berharga. Inilah yang mereka nanti2 dialam kubur sana... Wahai anak, arti sayang seorang anak yang sholeh kepada kedua ibu bapaknya bukanlah sekedar kiriman uang, tetapi sayang seorang anak kepada orang tuanya adalah dengan doanya supaya Allah berkenan dan ridho pada keduanya. "Dan Robbmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah melainkan hanya kepada-Nya dan hendaklah berbuat baik kepada kedua orang tua. Dan jika salah satu dari keduanya atau kedua-duanya Ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang mulia, dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah" Wahai Tuhanku, sayangilah mereka berdua sebagaimana keduanya telah meyayangiku diwaktu kecil" (QS. Al-israa:23-24)
Suatu malam diriku khusyuk mendengarkan Smart Character di Radio Smart FM ( salah satu radio yang selalu memberikan aku inspirasi untuk selalu berbuat positif, selalu memotivasi diriku untuk menjadi lebih baik dan lebih baik lagi. Dan Acara2 di radio ini selalu kuikuti bahkan akan ku catat jika itu sangat menggugah perasaan dan logikaku ). Dan tema kajiannya malam itu adalah The Power of Love (Kekuatan Cinta). Sebuah tema yang menurutku sangat pas dengan apa yang aku cari. Berikut ringkasan talkshow malam itu yang sempat terekam:
Makna Cinta atau Kasih Sayang gak hanya dapat ditemukan melalui Kasih Sayang antar sesama, seperti hubungan antara pria dan wanita. Namun juga hubungan kasih sayang antara anak dengan orang tua atau bahkan hubungan dengan sahabat. The Power of Love juga menyadarkan kita bahwa sesama manusia kita saling membutuhkan, sesama teman maupun sesama tetangga. Dan Kekuatan Cinta juga dapat memulihkan hubungan yang retak.
Lagu yang berjudul The Power of Love by Celine Dion yang diputarkan malam itu memiliki ungkapan: Cinta bukan hanya suatu rasa tapi cinta memiliki suatu kekuatan sehingga membuat pandangan kita menjadi jelas. Melalui kekuatan cinta kita menjadi berani sekalipun kita berada ditempat baru dengan perasaan yang khawatir, takut, dan ragu.
Kekuatan dari sebuah Cinta: 1. Mengubah paradigma/mindset (cara berpikir): Contohnya ada seorang anak punya bentuk kepala yang aneh tapi ibunya selalu berkata; “Anakku, rambutmu bagus lho”. Akibatnya setelah anak tersebut sudah menjadi dokter, setiap kali dia menyisir rambutnya dia selalu berkata; “Rambutku ini bagus lho”, dan anak ini bertumbuh menjadi anak yang tidak minder namun bertumbuh dengan mental yang confident. Melalui kekuatan cinta kita dapat melihat sesuatu yang negatif menjadi sesuatu yang positif (tidak berarti bisa mentoleransi dan mengkompromi).
2. Dapat memberikan kekuatan yang baru: Seorang ibu yang sedang berbelanja ke supermarket mobilnya terbakar sedangkan anaknya masih berada di dalam mobil. Tiba-tiba kaca mobil dipecahkannya demi menyelamatkan anaknya. Jika bukan karena kekuatan cinta maka ibu tersebut tidak mungkin mampu melakukannya. Saat ini banyak orang tua single parents, diantaranya ada seorang ibu yang harus bekerja keras demi menyekolahkan anak-anaknya. Ibu tersebut tidak ingin anak-anaknya susah dan menderita. Karena cinta dan kasih sayang kepada anak-anaknya dia bekerja keras untuk menyekolahkan mereka.
Pada prinsipnya Cinta dan Kasih harus diekspresikan. Ada sebuah perkataan yang menyatakan bahwa “Lebih baik teguran yang nyata daripada Cinta yang disembunyikan” artinya sebuah teguran yang dinyatakan secara terus terang lebih baik daripada memiliki kasih dan cinta tapi tidak dinyatakan.
Cinta adalah kebutuhan yang paling dasar dari setiap orang. Kebutuhan orang terdiri dari 3 macam yaitu:
1. Sense of Belonging: Perasaan bahwa diri kita dimiliki, dinantikan dan berarti.
2. Sense of Worthiness: Kebutuhan yang menyatakan bahwa diri kita berharga. Ini hanya dapat dinyatakan melalui konfirmasi. Seperti cerita di atas mengenai seorang anak yang memiliki bentuk kepala yang aneh. Ibu anak tersebut dapat menerima anaknya dengan melihat sisi positif dari anaknya. Melalui afirmasi (afirmation) terus menerus anak tersebut bertumbuh menjadi pribadi yang percaya diri.
3. Sense ofCompetence: Pribadi yang berkemampuan. Saya adalah seseorang yang memiliki kemampuan.
Mengekspresikan Cinta kepada orang yang dicintai sangatlah penting karena cinta itu menyatakan You are Someone, You are Special, You are Loved dan menjadikan kita tetap kuat dan maju karena kita berharga.
Keuntungan-keuntungan Kekuatan Cinta: 1. Damai dan Bahagia: Jika cinta tersebut dinyatakan maka akan membawa rasa damai, bahagia, dan menimbulkan energi yang positif terhadap lingkungan sekitar.
2. Memiliki akses ke orang lain: Kata cinta itu sendiri merupakan sebuah kekuatan untuk memiliki akses ke orang lain. Contohnya; Ada seorang penjaga pintu di lingkungan kami yang kami berikan sedikit apresiasi (kopi, teh, makanan kecil) sebagai pengekspresian cinta kasih dan perhatian kami. Sampai suatu saat kami lupa membawa kunci pagar rumah kami. Akhirnya dialah yang menolong kami untuk meloncat pagar dan membukakan pintu bagi kami. Jadi melalui sedikit apresiasi untuk mengekspresikan cinta kasih, kami bisa memiliki akses ke orang lain.
3. Sehat: Menurut penelitian 80% orang sakit bersumber dari masalah mental seperti membenci, kepahitan, dendam, dll dan 20% adalah karena virus. Terutama sakit kanker menurut penelitian 90% karena emosional (dendam yang tidak diselesaikan) dan sisanya yang 10% karena keturanan dan factor-faktor lainnya. Jadi jika kita memiliki Cinta Kasih kita akan sehat jasmani dan rohani.
4. Produktif dan Efektif: Contohnya seorang kepala keluarga yang mencintai istri dan anaknya pasti akan lebih bersemangat saat bekerja. Seseorang bisa lebih produktif jika memiliki seseorang yang dicintai. Bisa memaksimalkan talenta dan potensi yang dimilikinya.
Bagaimana caranya mengalahkan kebencian dengan Kekuatan Cinta:
1. Menyadari akan 3 kebutuhan di atas. Perasaan diterima, dikasihi, dihargai dan dianggap berarti dan dianggap berkemampuan. Jika salah satu perasaan di atas diambil maka akan berdampak kebencian, penolakan, kepahitan, dsb.
2. Menyadari bahwa kebencian dan mencintai itu adalah pilihan. Caranya adalah jika kita belum bisa mencintai jangan membenci terlebih dulu. Perlu waktu untuk proses menumbuhkan kembali cinta dari perasaan membenci.
3. Memaafkan yang menyakiti. Memaafkan adalah keputusan, memaafkan tidak sama dengan perasaan. Karena untuk bisa memindahkan perasaan benci menjadi mencintai hanyalah dengan memaafkan. Memaafkan merupakan suatu pilihan. Sakit hati tidak akan menolong kita untuk menjadikan kita sehat khususnya untuk mental kita. Ada satu obat yang bisa menolong kita yaitu memaafkan Dalam hidup ini perlu siklus/momentum. Ada saatnya kita membenci dan ada saatnya memaafkan. Marilah kita merilis kebencian-kebencian dalam hidup kita karena kebencian itu adalah pilihan.
Hambatan2 dalam memberikan Cinta dan Pengampunan: 1. Sombong, merasa harga diri terlalu tinggi. 2. Keacuhan. 3. Kebencian, dendam. 4. Kepahitan. 5. Egoisme. 6. Pengetahuan tanpa tindakan. 7. Keapatisan 8. Kepasifan. 9. Kenyamanan. 10. Kejahatan.
3 Tips yang bermanfaat untuk memiliki kasih sayang dan cinta dalam hidup kita:
Bagaimana membangun dan menggali diri kita sehingga kita bisa menjadi pribadi yang mengampuni dan memiliki kekuatan untuk mengalahkan kebencian?
1. Bentuklah kerangka berpikir kasih sayang 2. Seimbangkan perasaan positif dan negatif. 3. Kasih sayang dan cinta itu harus diekspresikan.
Wallahu'alam bishshowab, moga tulisan ini bermanfaat.
Masih ingat mode celana cutbray tahun 70-an ? Potongan bagian atas sempit dan ngepas, tapi sebelah bawah bentuknya lebar seperti payung terbuka setengah. Menjuntai melewati telapak kaki, lengkap dengan sepatu berhak tinggi besar. Jika orang berjalan, celana panjangnya ikut menyapu-nyapu lantai. Kemeja sempit, lengan digulung setengah. Setelah celana cutbray menghilang, kemudian muncul gaya celana panjang super ketat membungkus tungkai. Orang-orang tidak pusing apakah tungkainya kurus atau lebar dan besar, semua tetap asyik memakai celana stritch yang praktis. Namun sekarang nampaknya orang kembali suka dan sering memakai celana dengan gaya cutbray itu. Begitulah mode terus berubah, mode menjadi cermin perubahan. Ada keleluasaan dalam berekspresi dan mewujudkan gaya. Meskipun gaya seni kemudian menimbulkan berbagai tanggapan dan argumen. Yang jelas, gaya membentuk citra mode untuk menandai zaman. Sehingga orang yang memakai baju model tahun 80-an, bisa membuat orang yang melihatnya segera berkomentar, ” sst..., tuuh..orang kuno amat ! ”. Jika kita berhenti sejenak dan melihat keadaan di sekeliling. Ternyata semua hal berubah, semua masalah makin berkembang. Zaman berubah, pemikiran berubah, sistem berubah, teknologi berubah, hiburan berubah, gaya berubah. Selama bumi masih berputar, maka perubahan tetap terjadi. Yang tidak berubah adalah perubahan itu sendiri. Lalu mengapa kita merasa alergi terhadap perubahan ? PENYEBAB : 1. Merasa aman dan nyaman dengan hal-hal rutin. Kita pasti setuju kalau sepatu lama itu enak dipakai. Meski modelnya bagus, tapi sepatu baru biasanya ’menggigit’. Kaki bisa lecet dibuatnya. Jadi jika disuruh memilih, kita tentu suka dengan sepatu yang lama. Kulit sepatunya sudah lembut dan kaki kita pun sudah terbiasa dengan sepatu itu. Apalagi jika harus berjalan jauh dengan jalanan berbatu-batu yang sulit. Rasanya bisa membuat kita benar-benar minta ampun. Sepatu lama itu bisa merupakan simbol dari kebiasaan kita, konsep pemikiran dan paradigma kita, bahkan pekerjaan atau lingkungan kita. Tapi seperti sepatu lama yang suatu ketika rusak dan perlu diganti yang baru, demikan dengan keadaan kita. Jika tetap merasa aman dan nyaman dengan rutinitas, suatu ketika kita akan kadaluwarsa. 2. Takut mendapat tantangan baru. Nasruddin Hoja kehilangan sekeping uang koin. Dengan kebingungan ia nampak mencari-cari kesana kemari. Ia memeriksa setiap jengkal tanah di halaman rumahnya. Akhirnya tiga jam berlalu dan ia belum juga menemukan koin tersebut. Seorang tetangganya merasa prihatin dan bertanya pada Nasruddin apa yang sedang dicarinya. ” Aku mencari uang koinku yang hilang,” jawab Nasruddin. Sang tetangga kembali bertanya pada Nasruddin, ” Dimana uangmu jatuh ? ”. Sambil terus mengais-ngais tanah dihalaman, Nasruddin berkata, ” Tadi koinku jatuh di dalam rumah, tapi karena di dalam gelap maka kucari di tempat yang terang.” Orang yang alergi perubahan sebenarnya adalah orang yang tidak percaya diri. Mentalnya tidak siap dengan tantangan yang harus dihadapi. Sehingga ia menipu diri sendiri dengan menganggap situasilah yang seharusnya mengikuti keinginannya. 3. Tidak siap menyesuaikan diri. Jeremy Q.Lyons adalah direktur perusahaan pembuat mesin ketik West Coast. Pada awalnya West Coast dikenal sebagai perusahaan yang menguasai sebagian besar pasar nasional di Amerika. Namun dengan pengoperasian komputer dimana-mana, penjualan mesin ketik perlahan-lahan menurun. Lyons yang dikenal tidak mudah menerima perubahan, bersikeras untuk terus memproduksi mesin ketik, penjualan merosot jauh hingga perusahaan tersebut akhirnya bangkrut. Jika tidak siap mengantisipasi perubahan dan mengadakan usaha pengembangan yang dibutuhkan, maka kita akan mudah tereliminasi. SOLUSI : 1. Menyadari kehidupan adalah perubahan. Kisah puteri Salju sangat terkenal. Ibu tirinya seorang ratu yang jahat dan tidak ingin kecantikannya tersaingi. Tiap hari ratu bertanya pada cermin ajaib siapakah wanita tercantik di negerinya. Cermin ajaib selalu menjawab,“ Tentu saja sang ratu.” Waktu terus berlalu, puteri Salju bertumbuh menjadi puteri yang sangat cantik. Hingga suatu ketika, cermin ajaib menjawab, “ Sang ratu adalah wanita yang cantik, tapi puteri Salju jauh lebih cantik.” Ratu menjadi iri lalu ingin membunuh puteri salju. Akhir cerita bisa di tebak. Puteri Salju luput dari bahaya dan hidup bahagia dengan pangeran yang mencintainya. Sedangkan ratu yang jahat mendapat hukuman. Berbagai kesibukan dan rutinitas sehari-hari sering membuat kita tidak menyadari keadaan di sekitar kita yang terus berubah. Sekali-sekali kita perlu melakukan evaluasi dan retrear atau tinjauan ulang, agar menyadari perubahan-perubahan yang terjadi. 2. Mengenali peluang dalam perubahan. Seorang mantan eksekutif Group Bakrie memiliki pengalaman menarik dalam mengenali peluang. Setelah melewatkan 25 tahun berkarier di kelompok usaha Bakrie, ia memutuskan mengundurkan diri dan berwirausaha. Dalam situasi krisis ekonomi, ia kemudian sukses merintis perusahaan jasa konsultasi manajemen dan keuangan. Cara pandang kita atas perubahan akan mempengaruhi apakah kita mendapat benefit atau justru menderita kerugian. Kita pasti sukses jika sanggup mengenali peluang-peluang baru dalam setiap perubahan. 3. Menikmati irama perubahan. Apa yang terjadi jika orang menyanyi keroncong dengan iringan musik jazz ? Pasti kacau. Begitu pula dengan perubahan. Pasti kacau jika kita gagal mengikuti dinamika perubahan yang terjadi dan menyesuaikannya dengan tindakan dan keputusan kita. Dinamika perubahan mengalir bagaikan irama musik. Perlu kepekaan dan visi yang tajam untuk membuat antisipasi yang tepat. Kita akan sukses dan menjadi pemenang jika kita dapat menikmati setiap perubahan yang terjadi dengan sikap antusias
KATA-KATA BIJAK Dinamika perubahan adalah cermin realitas kehidupan yang perlu diantisipasi dengan ketajaman visi dan kepekaan sikap yang positif.
KEKUATAN KARAKTER “Karakter adalah kekuatan untuk bertahan dimasa sulit”. Tentu saja yang dimaksud adalah karakter yang baik, solid, dan sudah teruji. Karakter yang baik diketahui melalui ”Respon” yang benar ketika kita mengalami tekanan, tantangan & kesulitan. Karakter yang berkualitas adalah sebuah respon yang sudah teruji berkali-kali dan telah berbuahkan kemenangan. Seseorang yang berkali-kali melewati kesulitan dengan kemenangan akan memiliki kualitas yang baik. Tidak ada kualitas yang tidak diuji. Jadi jika ingin berkualitas, tidak ada cara yang lebih ampuh kecuali ’ujian’. Ujian bisa berupa tantangan, tekanan, kesulitan, penderitaan, hal-hal yang tidak kita sukai. Dan jika kita berhasil melewatinya, bukan hanya sekali tapi berkali-kali maka kita akan memiliki kualitas tersebut. Karakter berbeda dengan kepribadian dan temperamen. Kepribadian adalah respon kita atau biasa disebut etika yang kita tunjukkan ketika berada di tengah-tengah orang banyak. Seperti cara berpakaian, berjabat tangan, berjalan atau tingkah laku di hadapan orang lain. Temperamen adalah sifat dasar kita yang dipengaruhi oleh kode genetika orang tua, kakek nenek, dan kakek buyut dan nenek buyut kita (3 generasi di atas kita). Sedangkan karakter adalah respon kita ketika sedang ’di atas’ atau ditinggikan. Apakah kita putus asa, sombong, atau lupa diri. Bentuk respon itulah yang kita sebut karakter. Karakter terbentuk dengan paling sedikit 5 hal, yaitu: - Temperamen dasar kita (Dominance, Steadiness, Influence, Compliance). - Keyakinan kita (apa yang kita percayai, paradigma). - Pendidikan (apa yang kita ketahui, wawasan kita). - Motivasi hidup (apa yang kita rasakan, semangat hidup). - Pengalaman hidup kita (apa yang telah kita alami, masa lalu kita, pola asuh, lingkungan). Beberapa karakter yang dapat membawa keberhasilan yaitu : - Empati (mengasihi sesama seperti diri sendiri). - Tahan uji (tetap tabah dan ambil hikmah kehidupan, dengan cara bersyukur dalam keadaan apapun). - Beriman (percaya bahwa Tuhan terlibat dalam kehidupan kita). Ketiga karakter tersebut akan memampukan kita untuk berhasil. Empati akan menghasilkan hubungan yang baik, tahan uji akan melahirkan ketekunan dan kualitas, beriman akan membuat segala sesuatu menjadi mungkin. Karakter dibentuk, tidak diciptakan. Dibentuk artinya harus melalui proses. Memang benar ada karakter dasar yang memuat kekuatan dan kelebihan kita. Namun untuk mengembangkan karakter, diperlukan ’character coach’ atau ’character mentoring’. Kita tidak dapat bertumbuh sendiri dalam karakter yang baik. Perlu seorang pembina, coach, mentor yang mengarahkan dan memberitahukan kekeliruan dan kelemahan-kelemahan karakter kita. Menurut survey Robert Clinton (Finishing Well), seseorang yang sanggup mengakhiri hidupnya dengan baik karena dia memiliki paling sedikit 8 mentor selama hidupnya. Oleh karena itu, carilah dan temukan mentor bagi karakter kita. Mulailah dengan seorang mentor kemudian temukan mentor-mentor yang lain. Maka karakter kita pasti akan bertumbuh dan berkembang baik. Lantas, bagaimana menemukan karakter kita? Temukan temperamen dasar kita. Saat ini sudah ada teknologi yang dapat mengetahui dengan cepat bagaimana karakter kita melalui ’Foto Karakter’. Kami telah menguji dan terus menghubungkannya dengan keakuratan yang cukup terbukti. Oleh : Jakoep Ezra, MBA, CBA Character Specialist www.powercharacter.com
Orang yang cerdas adalah orang yang ketika diberikan kepadanya kritik dan saran, ia berlapang hati menerimanya. Ia memikirkannya. Ia memuhasabah (mengevaluasi) diri untuk perbaikan kedepan. Bukan dengan mematahkan kritikan tersebut, (bukan dengan membantah apa kata pengkritik dan bukan pula dengan mengdelete tulisan si penasehat), lalu kemudian menganggapnya angin lalu seolah2 Ia tidak pernah melakukan kesalahan dan tidak seperti apa yang dianggap orang. Orang yang demikian ini (kata orang ya) adalah orang yang keras kepala dan sombong, menganggap diri sudah sempurna dan lebih baik dari orang lain (maaf, jika ada yang merasa tersinggung...)
Wahai saudariku... Kalau engkau memang salah, katakanlah salah (walau mungkin engkau tidak sengaja melakukannya) lalu meminta maaflah....Lapangkanlah hatimu dalam menghadapi kenyataan ini. JANGAN MENYANGKAL!
Ibarat segenggam garam jika dimasukan kedalam segelas air, maka air itu akan berasa sangat asin. Tapi jika dimasukan kedalam wadah seluas telaga atau seluas samudra, maka segenggam garam itu tidak akan memberikan pengaruh apa2 terhadap rasa air. Oleh karenanya sekali lagi, lapangkanlah hatimu seluas telaga atau seluas samudra niscaya kritikan itu tidak akan menyakiti bahkan menyayat hatimu...
Wahai Ukhti...Kalaupun engkau tidak bersalah, apalah salahnya mengalah??....Dengarkanlah pendapat orang...merendah hatilah!! Bukankah orang yang mengalah belum tentu kalah? Justru engkau akan dihargai orang karena sikap mengalahmu, Justru engkau akan dimuliakan Tuhan karena ketawadhu’an hatimu....
Ukhti...Di dunia ini tidak ada manusia yang sempurna, tidak ada yang tidak pernah berbuat khilaf dan salah. Tetapi sebaik2 orang yang salah adalah orang yang menyesali kesalahannya, memuhasabahi dirinya, memperbaiki sikapnya dan bertekad untuk tidak akan mengulanginya...
Seperti nasehat seorang teman SELALU-lah meningkatkan tarbiyah dzatiyah (pembinaan diri). Karena ia sangat penting..., penting buat diri saya (penulis), penting buat si pengkritik, penting buat yang dikritik, penting buat si penasehat dan penting buat semua pembaca my blog ini.....kenapa? karena ia akan berfungsi sebagai pengontrol niatmu agar tetap lurus karena-Nya....(bukan karena nafsumu!)
Wallahu’alam, moga tulisan ini bermanfaat....
Saat ini aku duduk termenung didepan computer, bingung mo nulis apa. Atau tepatnya aku masih meraba atau sedang mendeteksi apa sebenarnya yang kurasakan saat ini…Banyak permasalahan hidup yang harus diselesaikan tapi aku bingung yang mana dulu ditangani (walopun sebenarnya bukan masalahku, tapi aku sebagai seorang muslim harus juga ambil bagian memikirkannya). Aku gak abis pikir mengapa ada mereka yang sudah lama tertarbiyah masih saling tidak cakapan dengan sesamanya (bukannya mereka harusnya jadi contohan?), mengapa masih ada ego yang dikedepankan?, mengapa harus ada ketidaksukaan?, mengapa? Bukankah mereka sudah paham seharusnya rasa kasih sayang yang didahulukan? Bukankah mereka juga maklum “namanya juga manusia bisa aja berbuat salah dan lalai”, Bukankah mereka sudah sering mengajarkan kepada binaanya tentang yang namanya ukhuwah? Bukankah mereka lebih mengerti akan keutamaan memaafkan?, mengapa? Hari ini sudah lebih dari 3 hari tapi mereka masih saja diam2an, Begitukah islam mengajarkan? Dimana ukhuwah yang mereka pahami itu? Dimanakah buah tarbiyah itu? … Aku bingung….bingung banget gitu lho… Aku sangat berharap semua sandiwara ini cepat berakhir, aku tidak tega membiarkan saudaraku terus terbelenggu oleh kerasnya keegoan, Aku tidak ingin ketidaknyamanan ini mengganggu aktivitas dakwah, aku tidak suka ketidakharmonisan ini menyerempet entah kemana sehingga menyebabkan ketsiqohan adek-an yang lain memudar (“masa’ para murobbiah aja gitu?”sindir mereka), aku tak ingin tinggal diam, tapi apa yang dapat aku lakukan? Aku hanya seorang adek-an, yang masih jenior dan masih ingusan dalam hal Tarbiyah (jika dibandingkan dengan kedua orang diatas), apa cakapku akan didengarkan? “Apapula urusanmu”mungkin itu yang akan mereka katakan. Aduh…pushing deh!! Dimana solusi itu bersembunyi…tolong Bantu aku mencarinya…. Ya Robb,,,tolonglah kami, kasihanilah kami..... Itu baru satu permasalahan yang mengganggu pikiranku...yang lainnya? Udah deh gak usah diceritai....AIB TAU!! Hidup ini memang penuh misteri...banyak banget masalah disana sini. Akhirnya aku baru benar2 menyadari ternyata SEMUA manusia sama saja, tidak ada yg sempurna (KECUALI Rasulullah tentunya). Yang punya banyak kelebihan, saking lebihnya jadi menyombong. Yang punya banyak kekurangan, saking kurangnya jadi tak bersyukur. Yang ditengah2?? Nggak bersabar.... But, moga ini tidak membuatku berpikir untuk keluar dari kebenaran ini (yang akhirnya malah membuat aku jadi orang yang merugi), Hidup adalah proses pembelajaran, setiap hari secara terus menerus dan berkesinambungan memperbaiki diri..meningkatkan kualitas...memberikan yang terbaik untuk hidup yang hanya sebentar ini.... Jangan pikirkan apa kata mereka, tapi pikirkan apa yang bisa kita berikan untuk mereka2...tentunya yang terbaik. NEVER GIVE UP....ALLAHU AKBAR!! For you All my sister and My brother: KEEP ISTIQOMAH aja yach...
Kenapa aku harus di uji? Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan:”kami telah beriman”, sedangkan mereka tidak di uji lagi? Dan sesungghnya kami telah menguji orang2 yang sebelum mereka, (QS. Al-Ankabut:2) Mengapa aku tidak mendapatkan apa yang aku inginkan? Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui (QS.2:216) Mengapa ujian seberat ini? Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupanya (QS.2:286) Aku Frustasi nih! Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang2 yang paling Tinggi (derajatnya), jika kamu orang2 yang beriman (QS.3.139) Bagaimana harus menyikapinya? Hai orang2 yang beriman, Bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siagalah, dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu beruntung (QS.3:200) Jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu dan Sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat kecuali bagi orang2 yang khusyuk (QS.2.45) Apa yang akan kudapat dari semua ini? Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang2 mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka (QS.9.111) Kepada siapa aku berharap? Jika mereka berpaling (dari keimanan), Maka katakanlah:”Cukuplah Allah bagiku, tidak ada tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal dan dia adalah Tuhan yang memiliki ’Arasy yang Agung”(QS.9.129) Aku sudah tidak sanggup lagi... Janganlah kamu berputus asa dari Rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum kafir (QS.Yusuf.87) Subhanallah... Mari kita berbenah dan terus berbenah ukhti... Janganlah terus bersedih... Hapuslah Airmata mu ukhti... Bangkit...dan perbuatah sesuatu... Lakukanlah yang bermanfaat Lakukanlah yang terbaik! Semoga Allah selalu melindungimu...
Ane ini sedang futur Terbukti dengan ogah-ogahan dateng kepengajian tiap pekan Dengan alasan klasik: kuliahlah, lelahlah, kerjalah, sibuklah, inilah, itulah...
Ane ini sedang futur Jarang baca buku tentang islam Lagi demam baca koran Dulu tilawah gak ketinggalan Sekarang satu lembar sudah lumayan
Ane ini sedang futur Liat perut semakin buncit Karena junkfood dan pangsit Kalo infaq mulai pelit Apalagi shoum sunnah, perut rasanya ogah
Ane ini sedang futur Tidak lagi pandai bersyukur Senengnya disanjung Dikritik murung
Ane ini sedang futur Malas kuliah, rajin bikin ortu marah Sedikit muhasabah sering kali menggibah Ya, ane memang sedang futur nih...
Ente tau gak ane lagi futur... Sedikit dzikir banyak tidur Belajar ngawur IP pun hancur Sohib-sohib kagak ada yang negur
Ya, ane sedang lagi futur... Hati beku otak ngelantur Mikirin orang sedulur-dulur Diri sendiri kagak pernah ngukur
Ente taulah ane sekarang Seneng duduk dikursi goyang Perut kenyang hati melayang Mulut sibuk ngomongin orang Aib sendiri gak kebayang
Ente tau kan ane Bengal… Bangun malem sering ditinggal Otak bebal banyak menghayal Udah lupa yang namanya Ajal
Ente tau ane begini... Udah sok tau senang dipuji Ngomongnya sok suci Nggak ngaca diri sendiri
Ente tau ane gegabah... Petantang petenteng merasa gagah Padahal diri ini gak beda sama sampah
Ente tau ane sekarang... Udah kalah dimedan perang Ane pengen pulang kandang Ketempat dulu ane datang
Toek semua saudariku: Kunjungilah dan tengoklah saudaramu barang sebentar Mungkin keimananya sedang berada diujung tanduk Mungkin keimananya sedang dipertaruhkan
Raihlah dan rengkuhlah ia Ajaklah ia melihat terbitnya fajar kebangkitan islam Ajaklah ia bersama menuju surgaNya dan AmpunanNya
Janganlah sibuk dengan diri sendiri Mari peduli dengan sekeliling kita Mari datang pada mereka yang sedang mengharapkan datangnya secercah cahaya...
Untuk temen cewe, semoga bisa meningkatkan kehati-hatian..dan biasakan melakukan hal ini dipublic area..semoga bermanfaat :)
Cara Ngetes Cermin 2 Arah
Ketika kita masuk ke toilet, kamar mandi, kamar hotel, ruang ganti pakaian, dll. sebagian besar Anda yakin bahwa cermin yg menggantung di dinding & kelihatannya seperti cermin biasa itu mmg benar2 cermin biasa, atau sebenarnya itu adalah cermin 2 arah (orang di belakang cermin bisa melihat Anda, sementara Anda tidak dapat melihat mereka).
Banyak kasus di mana orang memasang cermin 2 arah di dalam ruang ganti pakaian wanita, namun tidak menutup kemungkinan juga di ruang ganti pria. adalah sangat sulit untuk secara jelas mengidentifikasi permukaannya hanya dengan melihatnya saja.
Lalu bagaimana kita dapat menentukan dengan pasti apakah cermin tersebut adalah cermin biasa atau cermin 2 arah?
Kalau di kantor polisi, apalagi di ruang interogasi, sudah bisa dipastikan cerminnya 2 arah. Tapi untuk di public area, caranya : LAKUKAN TES SEDERHANA (TES KUKU JARI).
Letakkan ujung kuku Anda diatas permukaan cermin. Jika ada jarak (gap) antara kuku dan bayangan kuku Anda di cermin, bisa dikatakan bahwa cermin itu adalah cermin biasa (aman).
Tapi jika kuku Anda langsung menyentuh bayangan kuku Anda dicermin. Hati2! Karena itu adalah cermin 2 arah.
Ingatlah selalu, setiap kali Anda melihat cermin di tempat2 umum spt disebutkan di atas, lakukan tes kuku jari. Mudah dilakukan & ini mungkin bisa menyelamatkan Anda dari perkosaan visual
Women: Beritahu teman2 Anda yg lain. Men : Beritahu istri, anak perempuan atau teman wanita Anda.
nb : ini bukan spam ya..jadi tetep tolong disebarkan ke-temen yang lain, gak ada jaminan dapat apa...apalagi dapat undian berhadian. gak ada biaya tambahan..gak ada nomer yg kudu dihubungin..FREE..hehehe..yang penting kita bisa saling mengingatkan dalam kebaikan..
Dari blog seorang teman.
Bayangkanlah wahai diri… sebuah dunia yang sederhana ini Hanya ada dua rupa manusia disana… Yang pertama adalah kaum yang beriman kepada Allah. Taat, tunduk dan patuh menjalani kehidupan sesuai kehendak-Nya
Yang kedua adalah kaum yang membuat aturan sendiri Diciptakannya tatanan, aturan dan kebiasaan yang sesuai dengan maunya, seakan dunia ini adalah miliknya…. Tak peduli apa yang dikehendaki Sang pencipta yang telah memberinya segalanya
Bayangkanlah ukhti…sebuah dunia yang sederhana Hanya ada dua rupa manusia disana… Dirimu…yang mana kah??
Wahai hatiku... aku memahami apa yang saat ini engkau rasakan aku mengerti bahwa sebenarnya engkau tak ingin berbuat begitu... aku tau hatiku....tapi harus bagaimana lagi?
Hatiku... Aku mengerti sebenarnya engkau ingin membalas cintanya Aku paham sesungguhnya engkau ingin dicintai olehnya Akupun tau bahwa kau ingin sekali memilikinya...dan hidup bersamanya. Aku tau hatiku...tapi harus bagaimana, mungkin ini belum saatnya...
Hatiku, dengarlah... Jika hidup bisa memilih maka kan ku pilih yang ku inginkan Jika diri ini hanya milikku maka kan ku lakukan yang ku mau tanpa harus terikat aturan yang baku tanpa harus begini dan begitu...
Hati kecilku... Aku sebenarnya juga ingin... tapi aku diperintahkan tuk menahan diri Aku sebenarnya juga mau... tapi aku diminta tuk menunggu aku sesungguhnya sangat mengharapkan... tapi mungkin belum waktunya untukku... Aku...sabarlah sedikit ukhti!!
Ketahuilah hatiku... Hidup ini sesunguhnya adalah pilihan pilihlah jalan yang kau mau! tidak ada orang yang akan melarangmu untuk berbuat ini dan itu... Bahkan juga Tuhanmu!
Hatiku... Jika ku turuti nafsu ini maka sebenarnya ini adalah hakku Jika ku perbuat yang ku mau itu juga sebenarnya terserahku
Tapi... oh ya Robb...Izinkan aku berbicara padaMU... Aku menyadari bahwa aku adalah hambaMu Aku menyadari bahwa aku adalah ciptaanMu Aku meyadari bahwa aku adalah milikMu
maka pantaskah aku berbuat yang semauku tanpa mematuhi aturan dan kehendakMu? Pantaskah aku menyebut diri sebagai hambaMu sedang diri menuhankan sebentuk nafsu?
Ya Tuhanku... saat ini aku menangis dihadapanMu disebabkan karena takut padaMu disebabkan karena RahmatMu padaku disebabkan karena cintaku padaMu disebabkan karena yakinku akan kebesaranMu...
Ya Allah... KarenaMu-lah maka aku sanggup menahan diri karenaMu-lah maka aku rela meninggalkannya karenaMu-lah maka aku kuat menjauhinya karenaMu-lah maka aku...ku biarkan ia tersakiti (maafkan aku!)
Ya Robb... Semua iniku lakukan karena aku sadar, karena aku paham, dan karena aku yakin Bahwa HANYA Engkaulah yang berhak untuk dicintai Bahwa Hanya Engkaulah yang layak untuk ditaati Dan hati ini sudah sepantasnya hanya terisi oleh NamaMu... Dan moga hati ini hanya mencintai yang KAU mau...amiin
Tidur abis subuh memang tidak salah dan juga tidak berdosa, dan aku bisa maklum jika itu dilakukan karena memang gak bisa ditahan lagi rasa kantuknya. Mungkin semalaman begadang sehingga waktu tidur berkurang dan akhirnya dilampiaskan diwaktu subuh, atau badan kurang sehat, sehingga butuh istirahat full. Tapi kalo tidur abis subuh dilakukan hampir disetiap pagi dan sudah dijadikan sebuah rutinitas, maka maaf saja jika aku tidak suka melihatnya, karena menurutku itu suatu kebiasaan yang buruk dan pelakunya bisa di cap sebagai pemalas! (jangan tersinggung ya…tersinggung pun Gpapalah ^_^). Fenomena tidur seabis sholat subuh sudah sering ku liat, kebiasaan ini tidak hanya dilakoni oleh teman2ku di Asrama yang rata2 belum akhwat, tapi ternyata para kader dakwah (yang seharusnya bisa menjadi teladan) juga menggandrunginya (maaf, ini bukan maksud membongkar aib tapi ini fakta yang harus diungkap dan pinginnya sih di islah (diperbaiki)). Hampir selalu abis sholat subuh dengan mukena masih melekat trus menyelonjorkan badan diatas sajadah, tidur!, atau mukena sudah dilipat pergi ke tempat tidur, ambil selimut dan tak lama kemudian mata terpejam, asyik banget ya….?? Mungkin kamu akan bertanya “emang kamu gak pernah melakukannya?”. Aku bukan tidak pernah melakukannya, jujur aku juga pernah, itu ku lakukan terkadang tanpa ku sadari (karena abis membaca buku, atau lagi baca almatsurat) juga karena ngantukku benar2 tak tertahankan lagi. Tapi abis itu aku menyesal, why? Karena kepalaku jadi pushing dibuatnya, ragaku jadi malas bergerak, badan kurang fit dan loyo, keberkahan subuh terlewatkan belum lagi aku dilaknat oleh Allah dan Rasul-Nya. Yang terakhir ini kata kakak pembinaku lho..beliau pernah mentaujihi kami binaanya bahwa waktu abis subuh dan ashar adalah waktu yang dilaknat Allah dan Rasul untuk tidur…itu adalah waktu2 yang berkah dan mustajab jika berdoa dan beramal kebaikan, maka berusahalah untuk menghindarinya. Bahkan aku pernah baca di sebuah buku (lupa judulnya apa) bahwa kalolah hari ini ustadz hasan albanna masih bersama kita maka beliau akan menambahkan 1 wasiat lagi kedalam 10 wasiatnya : Hindarkanlah oleh kalian tidur sesudah sholat subuh… Teman2ku bisa dijadikan saksi, kalo aku lagi ada tugas yang harus dikumpulkan dan dipresentasikan besoknya, maka aku akan begadang mengerjakannya sampai terkadang tidurnya jam 02.30 atau 03.30. Abis sholat subuh memang mata ini sangat ngantuk, berat kali terasa dan nyaman banget kalo aku tidurkan sejenak. Tapi aku sudah berazzam, “Jangan biasakan kebiasaan buruk itu, bersabarlah sebentar sampai siang menjelang”. Dan jika ternyata di siang haripun aku tidak punya waktu, maka biasanya abis maghrib atau abis isya aku langsung tidur, nikmat banget ternyata tidur itu!. Aku bukan bermaksud untuk menyanjungkan diri di sini, tapi yang seperti ini mungkin bisa dipraktekkan atau di ikuti (bukankah memberi contoh lebih efektif dari pada bisanya hanya menyuruh dan mengomentari?). “Malas kali aku bergerak nih, pinginya golek2 bentar”, “Abis subuh emang mo ngapain lagi?”, “Pagi ini gak ada kemana2 kok, siang nanti baru keluar”, “Aduh rah, enak banget tau tidur jam2 gini” Itulah selalu komentar yang ku dengar ketika ku tegur atau ku candai teman2ku agar tidak tidur lagi abis subuh. Wahai saudariku…jangan diperturutkan rasa malas itu, bergeraklah, lakukan apa yang bisa di lakukan, masak kek, nyuci piring atau nyuci baju kek, nyapu halaman kek, ngepel kek, mensetrika kek, siram bunga kek, dengari berita, menulis kek atau sekedar lari2 pagi untuk meyehatkan badan kek (maaf ya nek, dilupain ^_^)….masih banyak kok yang bisa dilakukan. Petiklah sebanyak2nya bunga keberkahan pagi ini dengan amal2 kebaikan… Wahai ukhti….ketahuilah, jika bencana itu datang di pagi hari (seperti bencana tsunami diaceh), sedang dirimu masih hanyut dalam mimpi indah di pulau kapuk, maka apa yang bisa kau lakukan untuk menyelamatkan dirimu dan keluargamu, sedangkan kamu dalam keadaan tidak terjaga? Atau seandainya (mudah2 tidak terjadi) suatu hari musuh datang hendak menghancurkan negeri ini dipagi hari (karena mereka tau para pemuda-pemudinya sedang terlelap tidur), maka apa yang bisa kau lakukan untuk meyelamatkannya, sedangkan dirimu dalam keadaan tidak waspada? Wahai siapapun engkau…. marilah kita perbaiki diri, azzam kan dalam hati untuk tidak mengulanginya lagi…untuk tidak mengulanginya lagi…untuk tidak mengulanginya lagi… Moga Allah melapangkan hati kita untuk menerima hidayahNya dan meringankan raga kita untuk dapat bergerak semangat….bergerak banyak…berbuat yang terbaik…semampu kita! Amiin. Wallahu’alam.
Aku baru tau kalo ada orang lain yang tau. Tau akan apa yang sebenarnya tidak ku tau. Tidak tau apakah aku tidak tau atau tidak mau tau. Berulangkali ku berusaha tidak mau tau tapi ternyata aku tau. Jika ku harus tau, semoga apa yang ku tau membuatku tau apa yang ada dibaliknya dan membuatku tidak tau apa yang seharusnya tidak ku tau. Hingga akhirnya aku terjaga dengan apa yang ku tau... Semoga hidayah itu selalu menghampiri...
"Ayo..kak, dengeri apa tu?"tanya seorang akhwat mencandaiku. "Biasalah dek...mungkin udah waktunya kakakmu ini dengeri yang kayak ginian"jawabku tak kalah becanda. "emang dikau tidak suka lagu ini?"tanyaku sambil senyum melirik "kalo aku nggak suka lagunya kak, tapi langsung aja orangnnya he..he..". "Dasar lu...he..he.."kami ketawa berdua. Hari itu masih pagi, aku mensenandungkan lagu maidany mengikuti alunnannya dari speaker sebuah laptop teman. Lagu itu berjudul PENGANTIN SEJATI. entah kenapa setiap dengar lagu ini, ada terasa perasaan aneh terbesit dihati...aku sadar itu sebuah kerinduan..."entah pada apa"...tapi aku menikmatinya...dan mungkin juga kamu.... ............................................................................................................................... Bila yang tertulis olehNya, engkau yang terpilih untukku...telah terbuka hati ini menyambut cintamu...disini segalanya kan kita mula mengukir buaian rindu..yang tersimpan dulu tuk menjadi nyata...dalam hidup bersama.... Slamat datang diseparuh nafasku, selamat datang dipertapaan hatiku... Izinkan aku mencintaimu...jadi belahan didalam jiwaku...Ya Allah, Jadikanlah ia...pengantin sejati..dalam hidupku...izinkan aku... Wahai yang dicinta telah kurela...hadirmu temani relung hatiku...simpanlah jiwaku dalam doamu...kan ku jaga cintamu... Wahai yang dicinta telah kurela..hadirmu temani relung jiwaku...simpanlah nafasku dalam hidupmu...kan ku jaga setiamu... Izinkan aku mencintaimu...jadi belahan didalam jiwaku...Ya Allah, Jadikanlah ia...pengantin sejati..dalam hidupku...izinkan aku... Apapun adanya dirimu...ku kan coba tuk tetap setia...begitu pula pada diriku...terimalah dengan apa adanya.... ............................................................................................................................. Lagu ini khusus kupersembahkan buat sahabat sejatiku yang akan menikah jum'at tanggal 270608 nanti di peyabungan Madina, Rahmayanti Lubis dan Anwar Pranata. Barakallahu laka wabaroka 'alaika wajama'a bainakuma fi khair...selamat bahagia ukhti...doakan aku juga agar bisa mengikuti jejakmu secepatnya...amii.
Perjuangan ini selalu ada awal, tapi tidak pernah ada akhir. Sesungguhnya sepandai-pandai orang adalah yang menyiapkan diri untuk perjalanan yang tidak pernah henti. Sesungguhnya kenikmatan pengorbanan itu (pengorbanan harta, jiwa, pikiran, tenaga, perasaan) ada pada seberapa besar kita bisa bertahan dan bersabar dalam melakukannya. Sedangkan pengorbanan itu tidakmungkin dapat dilakukan tanpa ada kesabaran... Moga kita bisa mengambil hikmahnya....
Alhamdulillah...hari yang dinanti-nanti akhirnya tiba juga. Alhamdulillah...Disela2 banyaknya aktivitas dakwah, disela2 seabreknya amanah, disela2 kelelahan yang sangat ... amanah berat yang satu ini akan terselesaikan juga akhirnya...Do you know?...aku akan ujian sarjana hari sabtu ini jam 14.00 ini...Suatu nikmat yang tiada terkira, suatu karunia yang tidak dapat digambarkan dengan kata...alhamdulillah akhirnya aku bisa juga jadi sarjana...Sarjana Sains githu lho.... Kepada Pembaca My blog, aku mohon doanya ya...moga Allah memberikan pertolongan dan kemudahan...Moga Allah melapangkan urusanku...dan Moga Allah selalu bersamaku...amiin.
Kepada para pembaca My Blog, kalo aku tanya tentang pernikahan, apa pendapat kalian? Kalo kalian jawab: Pernikahan itu indah.... boleh juga! tapi tidak selamanya pernikahan itu indah khan? soalnya tadi malam ada teman saya curhat tentang pernikahannya ke aku, Udah sebulan ini ia menikah, tapi yang dirasakannya cuma kekecewaan...Hey apa gerangan yang terjadi padamu teman....?. "kami berpisah jauh kak" kalimatnya memulai pembicaraan. "dan selama sebulan ini aku belum juga pernah "disentuhnya" katanya melanjutkan (afwan ya kalo dianggap terlalu vulgar... ). "Kok bisa githu... emang suamimu kemana?" tanyaku prihatin (cie le...prihatin gitu lho...). "dia sibuk kerja, tempat kerjanya jauh dari rumah mungil kami jadi kalo pulang hanya sebulan 2 kali itupun dengan membawa seabrek tugas kantor,aku sebenarnya kasian padanya, dia begitu capek...jadi mungkin gak sempat kasih perhatian ke aku, tapi kak kami kan masih pengantin baru, masak dia kek gitu sih lebih mementingkan pekerjaannya"Keluh temanku itu. "Belum lagi aku gak dikasih pergi kemana2, dirumaaah aja, sendiri pula...bete kan? aku dah bilang mo lanjutkan S1 aja (teman ini baru lulus D3 keperawatan) atau ambil honor diRumah sakit, tapi suami nggak ngasih, katanya tunggu setaun dua taun lagi...pushiing deh kak. kerjaku cuma makan, nonton tivi, baca2, tidur...gak ada kegiatan lain, akhir2 ini aku menjadi sensitif kak, bawaannya mo marah aja, tapi untunglah suamiku orangnya sabaran, kami sering telpon2an dan kalo aku lagi marah selalu aja pembicaraanku dialihkan, dan lebih sering dia buat aku jadi ketawa..."panjang lebar teman ini menumpahkan beban hatinya. Nah, itu tadi pengalaman nyata teman dekatku tentang pernikahannya...aku gak banyak coment nanggapi keluhannya, tapi aku hanya bilang " Dek, pernikahan itu ibarat sedang mengarungi samudra lepas, mungkin ketika kalian baru mo memulai perlayaran rumah tangga disaat itu pula terjadi gelombang besar atau badai atau sebenarnya hanya angin sepoi2 tapi karena belum punya pengalaman untuk mengendalikan kapal, rumah tangga kalian jadi oleng. Sabar ajalah, kondisi seperti ini cuma sebentar kok...mungkin setaun dua taun aja, setelah itu kalian akan mahir melajukannya. Intinya sebenarnya ada dikomunikasi. Teruslah komunikasikan apa yang adek rasakan dan adek inginkan tapi jangan lupa katakan pada waktu dan suasana yang tepat" Bijak banget ya aku menasehatiya. Aku sendiri ragu apakah nanti setelah menikah aku masih bisa bijak seperti apa yang aku nasehatkan....olala Hanya Allah sajalah yang Maha Tau. Lalu kalo kalian bilang: Pernikahan itu IBADAH... Aku setuju! tapi pernikahan yang seperti apa sehingga ia bisa bernilai ibadah di mata Allah? Masih ingat khan hadist Rasulullah tentang pentingnya Niat? atau pernah baca gak tulisan Mohammad Fauzil adhim tentang indahnya pernikahan dini? beliau bilang kalaulah ada 8 SKS mata kuliah pernikahan maka 6 SKS diantaranya harus tentang NIAT. Aku setuju dengan pendapat beliau...Niat diawal sangat menentukan perjalanan rumah tangga yang akan dibina kedepan. Dan hanya dengan niat dan cara yang benarlah, semua aktivitas yang dilakukan dalam pernikahan dapat bernilai ibadah,artinya diberkahi Allah. Ya Robb, moga niatku untuk menggenapkan setengah dien nanti senantiasa Engkau luruskan...amiin. Trus kalo kalian kata: Pernikahan itu...biar nggak nyusahi ortu lagi, biar bisa hidup mandiri. Oke-lah! tapi tidak selamanya dengan kita menikah beban orang tua menjadi ringan khan? Telah bertebaran kisah nyata orang2 bahwa berapa banyak yang menikah malah menambah masalah buat ortunya, mereka berselisih ngadunya ma ortu, gak punya uang mintanya masih sama ortu, belum lagi kalo ada bertengkarnya lari nginap kerumah ortu...trus kalo cerai, anak2nya dilimpahkan ke-ortu. Ortunya jadi pushiiiing deh...kaciaaaan deh... Terserahlah pembaca my blog memandang bentuk pernikahan itu seperti apa. Tapi yang jelas bagiku Menikah merupakan sunnah Nabi, aku ingin menjadi salah satu umat yang beliau banggakan, dengan memperbanyak keturunan (tentunya keturunan yang berkualitas). Itu yang pertama, yang kedua Dengan menikah aku ingin menyempurnakan setengah dienku, kenapa? karena ada pahala ibadah2 yang tidak dapat aku peroleh/ku lakukan jika belum menikah, salah satu contohnya Bagaimana bisa meraih ridho suami jika akunya belum bersuami, iya khan? Dan karenanya aku ingin menikah bukan dengan sembarang laki2, aku ingin dengan seorang ikhwan yang terbina (punya komitmen meningkatkan kualitas diri secara diniyah). Kembali aku tekankan bahwa aku menikah karena ingin menggenapkan setengah dien bukan setengah harta atau kedudukan (apakah itu berlebihan?), selain terbina ia juga melakukan aktivitas pembinaan, artinya punya komitmen terhadap dakwah. (klo yang dua itu sudah terpenuhi, itu sudah cukuplah bagiku). Ketiga, dengan menikah aku ingin ada yang menguatkanku untuk tetap istiqomah di Jalan ini, melengkapi kekuranganku, padanya ku labuhkan kasihsayangku, dan banyak lagi manfaat yang bisa kuraih. Dan yang ke empat, menikah berarti ikut mebangun peradaban, peradaban yang islami...Ia merupakan salah satu solusi untuk membangkitkan umat dari keterpurukan, menerangi umat dari kejahiliyahan,menegakan izzah islamdll. Moga harapan ini diRidhoi oleh-Nya...dan Moga jalan untuk menuju kesana lapang dan berkah amiin.
Ku ingat sekali ketika dulu masih menjadi pengurus di departemen kastrat KAMMI Kom’s USU, kadept kami punya kebijakan untuk kalangan intern bahwa setiap kami harus bisa menulis –terserah tulisan apa, mo artikel, opini, puisi, cerpen atau novel-, lalu kemudian dikumpulkan seminggu sekali pada jadwal syuro rutin department. Tulisan itu diketik rapi, diperbanyak kemudian dibagi keteman2 peserta syuro. Aku, sepertinya hanya aku saja yang selalu tidak pernah mengumpulkan tulisan itu. Memang aku sedikitpun tidak pernah menulisnya, sedikitpun!. Tapi aku tetap berusaha untuk tidak pernah absen ikut syuro lho…(berani2nya khan?). Lalu ketika dievaluasi oleh kadept, ketahuanlah bahwa ada seorang ukhti yang tidak pernah menyerahkan tulisannya…Aku-lah orangnya!. Ketika ditanya “kenapa ukhti gak pernah mengumpulkan tulisan? Apa kendalanya ukh?” tanyanya santun. Ditanya dengan lembut oleh seorang qiyadah siapa yang gak tahaaan??. Ku jawablah pertanyaan itu sewajarnya…sebisanya…dan sejujurnya…”afwan akh, ana gak pande menulis dan juga gak punya waktu untuk menulis”. Malu…jelas aku malu ketika itu, tapi ya apa boleh baut. “Ukhti sudah mencobanya?”. “Aduh, ditanya lagi”rutukku. “Udah akh, tapi ana bingung mo nulis apa, apalagi memulainya trus laporan praktikum juga sudah menumpuk untuk diselesaikan jadi dari pada bingung ya nggak ana kerjain”banyak alasan! sindir hatiku. Kadept kami baik, dan karenanya aku tidak diiqob (diberi sanksi), aku hanya diberi nasehat, motivasi dan diceramahi panjang lebar tentang banyaknya manfaat yang bisa diperoleh dari menulis. Tapi dasar akunya gak pernah berusaha untuk menulis, gak pernah berusaha untuk memulainya, apalagi berusaha untuk memikirkannya. Aku memang tidak punya motivasi yang kuat untuk menulis ketika itu, sehingga sampai akhir kepengurusan pun, sama sekali, sebijipun tidak ada yang kutulis, tidak ada yang kukumpulkan dan tidak ada yang kubagikan. He..he…itulah aku…tapi itu dulu!. Sekarang, setelah aku diberi kesempatan oleh Allah untuk berada dijalan ini, setelah aku diberi penerangan tentang pentingnya dakwah untuk menguasai media, setelah aku diberi penjelasan tentang urgennya berdakwah melalui pena dan setelah aku benar2 yakin tuk memilih dakwah ini sebagai jalan hidupku maka aku-pun berusaha untuk bisa menulis, berlatih menulis, memikirkan bagaimana caranya untuk bisa menulis, ya, minimal menulis tentang keseharianku, aktivitasku, perjalanan hidupku, keluargaku dan hal-hal lain yang tidak jauh hubungannya dengan diriku. Untuk saat ini baru sekedar itu yang bisa ku tulis, untuk kedepan aku punya keinginan kuat untuk bisa menulis opini, atau artikel, atau cerpen atau buku rujukan (cei-le..ck..ck..ck) dan kalau Allah berkenan, aku juga ingin bisa menghasilkan sebuah novel (insyaAllah)…sebuah cita-cita –kalau boleh ia dikatakan cita2- yang sebenarnya tidak terlalu tinggi, tapi yang penting sbenarnya untuk saat ini: “Aku harus bisa menulis….”Tekadku. Apalagi setelah aku mengenal multiply, aku jadi semangat untuk menari-narikan jari ini diatas keyboard, aku tidak kenal lelah untuk berlama-lama berada didepan sekotak kubus bernama computer, mengetik apa saja yang ada dipikiranku, mengetik apa saja yang aku rasakan –yang tentunya baik untuk diketahui orang-…ya, aku rasakan ia mengalir begitu saja tanpa ada hambatan, tanpa ada beban…dan setelah selesai, aku merasakan ada kepuasan tersendiri dalam hatiku karena ternyata aku bisa juga menyampaikan asa, mengungkapkan rasa dan mengalurkan cerita. Alhamdulillah…Subhanallah…ternyata Allah menepati janjiNya bahwa Dia benar2 akan menolong orang-orang yang mau berusaha. Jadi, jangan heran kalau akhir-akhir ini aku terlalu sering ke internet…mengetik…mengklik… mengunjungi blog teman, mengomentari, menjalin ukhuwah dan memperluas wawasan. Alhamdulillah…banyak manfaat yang bisa ku raih… Jadi, jangan heran kalau akhir-akhir ini teman2ku banyak bertanya “mau kemana ra?” “biasalah ke-internet”jawabku santai. “Rajin banget ke-internetnya, berapa kalinya seminggu?”Tanya mereka lagi. “Nggak sering kok tapi hampir tiap hari, kalau lagi ada waktu en dana he..he…”Jawabku lagi sambil tersenyum manis  Ya, aku akhir-akhir ini punya kebiasaan baru, sambil menunggui dosen datang kekampus “keinternet ah…”bisik hatiku. Setelah selesai berurusan dengan dosen en kalau masih punya waktu “keinternet lagi yuk”ajak hatiku. Dan rental internet yang sering ku kunjungi apa lagi kalau bukan internet mipa dan perpustakaan pusat, selain dekat, pegawainya pun sudah akrab dengan ku (maksudnya kenal dekat gitu lho…). Eh…sudahlah ya…lama2 bisa jadi ngawur nih apa yang mo diketik….he..he..he… Moga tulisan ini bermanfaat….
“Ukhti itu kebanyakan yang diemban, coba konsen dulu pada kepentingan sendiri”kubiarkan komentar2 seperti itu mengganggu hari2ku, mengisi relung jiwaku. Ku biarkan….ku biarkan ia masuk ke telinga memenuhi gendang suara dan diolah oleh tulang2 pendengaranku, namun tak sedikitpun ku izinkan ia menembus otak melampaui hati untuk menjadi sebuah ungkapan kekecewaan. Sama sekali tidak ku perkenankan!. Inilah jalanku…. Aku sedemikian bahagia melaluinya, menjalani hari demi hari dengan kelelahan yang kian bertambah. Tapi, Justru dengan kelelahan itulah semangatku masih tetap ada. Dengan jalan ini pula aku memiliki harapan yang banyak demi masa depanku yang jauh…lebih jauh, demi sebuah keyakinan akan pertolongan Allah dan demi sebuah imbalan luar biasa untuk bisa berkumpul dengan para syuhada. Sungguh, apa yang ku lakukan ini belum apa2 dan belum seberapa jika dibandingkan dengan apa yang telah dilakukan dan diberikan oleh para sahabat kepada islam. Apa yang aku pilih untuk aku tunaikan sebagai kewajibanku bukanlah suatu karya besar yang dapat dibanggakan jika dibandingkan dengan karya2 para sahabat yang telah dijamin masuk surga. Inilah jalanku… Yang ku harap mampu mengantarkan langkah kaki ku menuju singgasana keridhoanNyA, menatap wajahNya tanpa hijab. Supaya diberiNya aku kesempatan berkumpul dan bersilaturrahim bersama para sahabat, syuhada para anbiya dan kekasih-kekasihNya tercinta. Salahkah harapanku itu?... Sebagian dari teman2ku berucap “Mengapa mengorbankan study segitunya, menghabiskan waktu untuk amanah dakwah yang tak berujung, apakah ia bisa menjamin hidupmu akan senang dihari depan???. Bagaimanapun juga aku menghargai kepedulian mereka kepadaku dengan mengingatkan aku, “tapi sobat, aku telah memilih jalan ini, inilah jalanku….jalan dakwah yang aku berharap ia akan mendampingi perjalanan hidupku yang tak jauh lebih berharga dibanding hari sesudah kematianku”. Pada dasarnya banyak pilihan bagiku… Bila aku mau, aku bisa memilih untuk meninggalkan sama sekali amanahku diluar yang tidak hanya satu untuk hanya menekuni kuliahku. Bisa saja aku menghabiskan waktuku 24 jam diperpustakaan untuk hanya sekedar menelan sekian banyak buku (karena aku juga hoby membaca), menjadi seorang yang berkutat dengan bahasa2 latin (dibilang orang bahasa ilmiah). Tidak sulit bila aku ingin memilih undur diri dari wajihah ini, itu dan itu untuk berkonsentrasi penuh dengan studyku. Sungguh, itu adalah satu pilihan yang bisa saja aku memilihnya… Namun aku menyakini…. Bahwa ketika Allah memberiku nilai D yang artinya nilainya Cuma 2 maka Allah sedang mengujiku karena aku dianggap mampu menghadapi ujian (cobaan) itu. Pun ketika Allah menjadikan satu dari sekian banyak mata kuliahku bernilai E dan lantaran itu aku menjadi harus memperpanjang masa kuliahku satu tahun lagi, maka aku yakinkan dalam hatiku bahwa itu semata2 bukan disebabkan karena amanahku didalam dakwah, tapi hanya karena DIA ingin mengujiku dan aku dianggap mampu. “Allah tidak akan membebani seseorang dengan beban yang ia tidak sanggup untuk memikulnya” (Silahkan buka QS.2:286). “Bisa jadi ukhti disuruh Allah menuntaskan amanah yang belum kelar”begitu ungkap salah atau teman akhwat dekatku. Ya…aku hargai pendapat mereka yang memilih menghilang dari peredaran dakwah lantaran kesibukannya didakwah disemester lalu telah menyita waktunya sehingga tidak sempat belajar lagi (versi dia). Dengan hanya berkonsentrasi belajar ia berharap bisa lulus segera dan “NANTILAH bila sudah lulus aku akan berkontribusi di dakwah”. Ya…itu adalah pilihannya dan aku harus menghargainya, tapi tidak begitu dengan aku. Karena ku berpikir bisa jadi usiaku tidak menyampaikanku pada kesuksesan cita yang kuinginkan, lantas dengan alasan apa aku menunda kontribusiku demi menunggu waktu aku menggapai cita-cita studyku? Sungguh tidak ada alasan bagiku. “Jangan menjadi lilin ukh, Kan nggak harus sampai mengorbankan kepentingan diri sendiri sebegitunya?” Ya, aku berpikir memang dengan ungkapan itu, jangan2 aku memang tlah menjadi lilin yang berusaha menerangi orang lain tapi aku leleh perlahan. Namun, kesadaranku kembali berbicara bahwa ungkapan itu jangan2 juga hanya sebagai alasan keMANJAanku saja. Bukankah Abu bakar menyumbangkan seluruh hartanya untuk jihad dan hanya meninggalkan Allah dan Rasul-Nya untuk keluarganya? Apakah itu kita bilang sebagai mengorbankan kepentingan sendiri? Apakah abu bakar kita sebut sbagai lilin? Tidak bukan??? Sedemikian besar yang para sahabat korbankan dan tak satupun yang ditegur Rasulullah lantaran alasan “kamu jangan mengorbankan dirimu” TIDAK! Sama sekali tidak. Nah….kita?? sedikit-sedikit kita bilang, “jangan terlalu berkorban sebegitunya”……kok bisa gitu lho!!!...Aku merasa malu sendiri dengan ungkapan itu. Sebuah upaya mencari pembenaran agar bisa bermanja dan tidak terlalu banyak berkorban. Naudzubillah!!! (Afwan, ini pandangan subyektif ku aja). Inilah jalan yang kupilih…. Dengan jalan ini pula semangat di otakku masih bisa disetting untuk terus bersemangat. Dengannya pula kakiku mampu melangkah ke tempat2 yang secara logika aku enggan tuk menggapainya lantaran jauh dan susah. Dengan jalan ini pula aku belajar untuk terus meng-upgrade diri agar kontribusi yang bisa kuberikan berkualitas dan terbaik. Dengan jalan ini pula aku mampu bergaul dan tersenyum kepada banyak orang karena mengharap mereka juga menjadi bagian dari penghuni surga. Dengan jalan ini pula aku mampu memberikan banyak penjelasan dengan lemah lembut ketika orang tuaku memaksakan sesuatu. Sungguh…dijalan ini pula aku banyak belajar menjadi seorang yang tegar dan sabar menghadapi berbagai karakter yang secara nalar aku sudah tak kuat menghadapinya. Inilah jalanku… Dan tak akan kubiarkan siapapun menghalangi langkahku dari jalan ini… Moga Allah meneguhkan langkahku dijalan yang penuh onak duri ini sampai akhir hayat menanti….amiin. Spesial For adik2ku di UKMI AL-FALAK…Met Mubes ke-V ya Tgl 15-16 Juni 2008 di unit 8 Fakultas Farmasi USU...teruslah berjuang dik, teruslah tebarkan kebaikan, walau apapun yang terjadi…KEEP ISTIQOMAH ya…
Jika anda setuju, dukunglah kami. Jika anda simpati, doakan kami. Jika anda ragu, pelajari kami. Walaupun anda kurang berkenan, insya Allah kami akan tetap memperjuangkan hak anda. Sebuah brosur salah satu partai islam di sodorkan ke tanganku. Kulirik isi brosur itu sekilas, lalu "maaf ya kak, ira gak berminat ikut-ikutan ke partai" Jawabku menanggapi ajakan kakak senior untuk mendukung salah satu partai yang sedang bertarung di pemilu ini. " Gpapa dek, baca aja dulu brosur itu, nanti hari kamis jam 14.00 ada waktu kan?". Aku merasa nggak enakan menolak ajakan kakak ku yang baik hati itu "ngggg...aku lagi ada kegiatan kak hari itu, tapi aku usahakan waktu untuk kakak...emang ada acara apa kak?" "Pokoknya bisa kan dek?jawabnya senang. Aku ingat sekali percakapan itu terjadi dibulan maret taun 2004 bertepatan dengan masa kampanye pemilihan calon legislatif di Indonesia. Itulah awal aku berkenalan dengan jamaah ini. Kakakku yang mengajak itu bernama kak fenti, kakak kelas dibiologi, seorang akhwat yang lembut dan selalu perhatian padaku. Awalnya aku ragu mengikuti ajakannya, aku tak suka sama semua partai, bagiku semuanya sama saja gak ada yang benar2 tulus ingin memperjuangkan kepentingan rakyat. Tapi tulisan awal diatas dan kebaikan kak fenti pada ku membuatku berpikir ulang "kan nggak ada salahnya nyenangkan hati kak fenti, kk itu orangnya baik, mungkin partai yang diikutinya juga baik kale ya...". Eh tau gak aku diajak kemana?" Ke acara kampanyenya PKS!. "Wah, bagus banget lagu2nya lain dari yang lain! belum pernah aku mendengar sebelumnya"gumamku dalam hati. "Arruhul jadid fi jasadil ummah...hai mujahid luluhlantakkan jiwa pendosa..."nyanyian itu bergema semangat. Para ikhwa melompat2 ikut semangat mengikuti alur musik dan lagu. "Hari ini..hari ini ...kami kan berjuang...jangan takut, jangan ragu hadapi tantangan...."Akupun ikut hanyut semangat bersama dibarisan para akhwat. "Gak sia2 ya aku ikut ajakan kakak?"kataku senang pada kak fenti. "Insya Allah dek inilah partai yang terbaik, doakan ya"jawabnya lembut dan tersenyum. Sekarang, peranku bukan lagi sebagai adek2 yang perlu ajakan untuk bergerak ke arah kebaikan. Tapi lebih dari itu, saat ini...aku sudah harus seperti kak fenti yang lembut dan penuh semangat...semangat mengajak siapa saja ke arah kebaikan tanpa kenal putus asa...ya seperti kak fenti . Alhamdulillah, di jamaah ini aku temukan kedamaian, keteraturan, tujuan hidup, kesungguhan, perjuangan dan ukhuwah...Di jamaah ini aku menemukan saudara2 yang ikhlas berjuang untuk menegakan dan mengembalikan izzah islam. Melalui jamaah ini, aku makin mengenal Tuhanku dan aku memahami bagaimana harusnya berislam dengan baik. Dari jamaah ini, aku belajar bagaimana pentingnya berinteraksi dengan masyarakat dan banyak orang. Dalam jamaah ini aku diajarkan untuk tidak hanya memikirkan diri sendiri karena permasalahan umat sangat komplek dan butuh perjuangan serta pengorbanan yang besar baik berupa tenaga, pikir, waktu, harta bahkan jiwa untuk memperbaikinya. Dengan jamaah ini ibadah amalanku terevaluasi, sungguh indah bukan bila malam tiba ku mendengar suara deringan HP dari ukhti2 tercinta membangunkanku untuk bermunajat kepadaNya? kemudian disela2 padatnya waktu mereka masih disempatkan untuk tilawah barang selembar, dan aku yang melihat, apakah tidak tergerak untuk mengikuti perbuatan baik itu?? Lalu ketika aku punya masalah berat yang tak dapat ku berpikir bijak dibuatnya datang SMS untuk menasehatiku, mengingatkanku untuk bersabar, bahwa hidup ini adalah ujian??...Indah bukan?? Memang sih, jamaah ini bukanlah jamaahnya para malaikat yang tidak pernah berbuat salah dan khilaf. Ada saja gesekan dan kekecewaanan yang kurasakan didalamnya. Rasa sakit hati pada para akhwat karena mereka pernah membiarkanku berjuang sendiri sedang mereka tidur nyenyak disiang bolong pernah kurasakan. Rasa kecewa atas sikap dan tuturkata akhwat yang ku anggap kasar dan tidak beretika juga pernah kualami...dan air mata ini, bukan sekali dua kali ia menetes...pedih...sakit terasa...karena saking sakitnya terbesit dihatiku untuk mengakhiri semua ini. Tapi apa kata kakak pembinaku ketika kuceritakan masalahku "Kecewa sama akhwat atau jamaah adalah hal yang biasa dek, karena akhwat manusia dan kita bukan jamaah malaikat. Keluar dari jamaah ini ibarat keluar dari kapal yang rusak trus kita terhambat sampai ketujuan yaitu Allah, dari pada terhambat mending kita betulin kapalnya. Sabar ya dek, ingat! semua ini adalah ujian. keikhlasan adek sedang diuji Allah. Obatnya, kita harus fokus menolong agama Allah bukan menjadi penolong2 yang lain". Sejuk kembali hatiku setelah dinasehati...Alhamdulillah...sekarang aku bisa bersikap bijak dalam menyikapi semua permasalahan klise ini. Bayangkan jika aku hanya memikirkan perasaanku dan masalah yang tengah ku hadapi ini, yang sebenarnya sepele (bisanya diatasi), maka sungguh meruginya aku...aku gugur sendiri dijalan dakwah ini...aku tercampakkan dari jalan kebenaran ini, hanya karena tidak bisa BERSABAR sedikit oleh ujian...karena sadar bahwa semua ini merupakan bagian dari tarbiyah. Dan taukah kamu apa nama jamaah ini?? Ia diberi nama TARBIYAH (pembinaan). Sebuah metode pengkaderan yang bermanhajkan Quran dan sunnah, sebuah metode pembinaan sebagai mana Rasulullah membina sahabat2nya. Membina orang2 yang dengannya ia dijamin masuk surga....(masih ingatkan 10 orang yang dijamin masuk surga itu?..) lupa?? coba cek di artikelku yang berjudul "10 sahabat yang dijamin masuk surga" OK!. Alhamdulillah...Thanks ya Robb, Engkau masih sayang padaku, Engkau memilihkan jalan ini untukku...Engkau telah mengujiku agar aku bisa bersikap bijak dan berpikir dewasaa...Thanks ya Robb, ku bangga berada bersama2 saudaraku dijamaah ini...Aku senang bisa belajar tentang keikhlasan, aku...makin cinta islam dan saudaraku2 itu...Ya Robb, Istiqomahkan hati ini dan matikan aku dalam keadaan syahid di JalanMu serta pertemukan aku bersama2 dengan saudara2ku yang telah berjuang untukMu di surga nanti...amiin.
| |